"Itu laptop saya memang benar pernah disita, tapi sudah ada di saya lagi, saat saya masih ditahan," kata Agung saat dikonfirmasi wartawan di kediamannya, di Jl Karang Baru, RT 3 RW 3, Kelurahan Sunyaragi, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon, Rabu (20/4/2011).
Dia membenarkan isi dari laptop tersebut berisikan visual tentang jihad. Dia mencontohkan seperti jihad di Aceh dan Irak. "Saya cuma dikasih gambar-gambar itu dari MS. Katanya didownload dari internet," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sejak saya ditangkap sampai dengan kejadian kemarin kita sama sekali enggak ada kontak apalagi ketemu, termasuk dengan teman-teman yang menjadi DPO," tegasnya.
Agung mengaku mengenal MS awal tahun 2010 lalu. Di mata dia, MS merupakan aktivis keagamaan yang selalu hadir di tengah-tengah aksi dan aktivitas keagamaan.
"Kalau sedang aksi walau tidak kita undang, dia datang,"
Selain itu, agung juga membenarkan bila M Syarif dikenal tempramental di kalangan aktivis keagamaan. Wataknya itulah yang membuat kelompoknya khawatir.
"Kita khawatir rencana-rencana aksi amar maruf nahi munkar yang sudah kita susun rapi jadi kacau karena sikapnya yang keras," jelasnya.
Sebelumnya Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Suparni Parto membenarkan pihaknya menyita satu unit laptop dari salah satu pelaku perusakan mini market Alfamart. Namun, dia tidak bisa memastikan isi laptop terdapat pelatihan militer karena belum melihat keseluruhan isi dari laptop tersebut.
"Laptop sekarang sudah kembali ke Polres Cirebon untuk kepentingan penyidikan," kata Suparni saat dikonfirmasi wartawan.
(ahy/her)










































