SMS Finance Bantah Karyawannya Menyekap Nasabah

Debt Collector Dianiaya Nasabah

SMS Finance Bantah Karyawannya Menyekap Nasabah

- detikNews
Selasa, 19 Apr 2011 19:14 WIB
Jakarta - Sinar Mitra Sepadan (SMS) Finance membantah terjadi penyekapan terhadap seorang nasabah, Koptu R karena ngeyel membayar tunggakan mobil. Sebagai debt collector, Helmy Yohanes Manuputty (34) Cs bertindak atas surat kuasa rekanan selaku pihak ketiga.

"Ada berita penyekapan oleh orang kita, itu tidak benar ada upaya penyekapan dan pemaksaan," ujar Coorporate Secretary SMS Finance, Nono Widayatno, di Wisma Milenia, Jl MT Haryono, Jakarta Selatan, Selasa (19/4/2011).

Kantor SMS Finance di Jl Margonda Raya, Depok, menurut Nono tidak memiliki ruang khusus yang bisa digunakan untuk menyekap nasabah nakal. Kantor seperti ruko ini hanya memiliki ruangan untuk para pegawai.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita tidak ada ruangan khusus tetapi hanya ruang yang disekat untuk bekerja," jelasnya.

Seperti diberitakan, seminggu sebelum tewas Helmy Cs sempat menagih utang ke nasabah yang diduga  anggota TNI berinisial R di Kompleks TNI AD Aspol Taipur, Kostrad Cilodong, Depok, Jawa Barat.  

Merasa diperlakukan tidak enak Koptu R melaporkan Helmi Cs ke Polres Depok.

"Anggota TNI itu merasa diperlakukan tidak enak. Dia disekap di tempat penagihan sehingga ada laporan ada perbuatan yang tidak menyenangkan ke Polres Depok," kata Kapolres Depok Kombes Ferry Abraham.

Kasus penganiayaan yang berujung kepada tewasnya debt collector Helmy Yohanes Manuputty (34) sudah dilaporkan ke polisi. Helmy diduga tewas setelah 'diambil' dan dianiaya oleh puluhan orang yang diduga oknum TNI.

Menurut penjelasan rekan Helmy, Buce, Helmy dijemput oleh sekitar 40-an oknum TNI lalu dibuang ke Cililitan. Helmy meninggal dunia di RS UKI, Cawang, Jakarta Timur, pada Senin 18 April 2011 sore hari. Koptu R mengambil kredit mobil dan menunggak bayaran 2 bulan. Sementara, Kostrad Cilodong menyangkal ada prajuritnya terlibat dalam insiden kekerasan itu.

(did/gun)


Berita Terkait