Masyarakat Pekanbaru Segel Musala Ahmadiyah

Masyarakat Pekanbaru Segel Musala Ahmadiyah

- detikNews
Selasa, 19 Apr 2011 17:13 WIB
Pekanbaru - Puluhan anggota Front Pembela Islam (FPI) bersama masyarakat menyegel musala milik jemaat Ahmadiyah di Pekanbaru. Pemkot Pekanbaru pun memutus listrik ke musala itu. Tidak terjadi bentrokan dalam aksi ini.

FPI bersama masyarakat mendatangi musala milik jemaat Ahmadiyah di Jl Sudirman, Pasar Pusat, Pekanbaru, Selasa (19/4/2011). Mereka turun ke jalan sehubungan tidak adanya sikap tegas dari Pemprov Riau yang tidak segera melarang aktivitas Ahmadiyah di Riau.

Mereka mendatangi musala yang berada di tengah kawasan padat penduduk itu. Mereka langsung menyegel musala milik Ahmadiyah. Sejumlah pengikut Ahmadiyah tidak bisa berbuat banyak atas kedatangan FPI dan masyarakat. Bentuk segel yang mereka pasang adalah sebuah tulisan, "Tempat Ibadah Ini Disegel Umat Islam Pekanbaru."

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita terpaksa menyegel tempat ini, karena tidak adanya sikap tegas dari Pemprov Riau. Kita kecewa dengan Pemprov Riau yang tidak melarang adanya aktivitas Ahmadiyah. Apabila masih melakukan aktivitas kembali, kita akan turunkan massa yang lebih banyak lagi," kata Ketua FPI Riau, Zulhusni.

Saat FPI dan masyarakat melakukan penyegelan, pihak Pemkot Pekanbaru juga turun ke lokasi. Tim Pemkot ini mengantisipasi agar tidak terjadi tindakan anarkis dalam menyikapi kelompok jemaat Ahmadiyah.

Pemkot Pekanbaru menurunkan Dinas Infokesbang untuk memantau jalannya demo FPI dan masyarakat. Kepala Bidang Infokesbang, Desvi, di hadapan jemaat Ahmadiyah mengatakan agar jemaat tidak melakukan aktivitas apapun di musala tersebut. Ini sesuai dengan surat edaran yang dikeluarkan Walikota Pekanbaru, Herman Abdullah dua bulan yang lalu.

"Walikota Pekanbaru dua bulan yang lalu sudah mengeluarkan edaran agar jemaat Ahmadiyah tidak melakukan kegiatan apapun di musala tersebut. Ini sesuai permintaan masyarakat setempat," kata Desvi.

Sejak surat edaran itu disampaikan ke jemaah Ahmadiyah, kata Desvi, mushalla ini memang sempat menghentikan segala aktivitasnya. Namun sejak April, mereka menerima laporan kembali dari masyarakat bahwa jemaat Ahmadiyah kembali melakukan kegiatannya.

"Karena itu kita kembali meminta jemaat Ahmadiyah untuk mematuhi surat edaran Walikota," kata Desvi di hadapan jemaah Ahmadiyah dan FPI serta masyarakat setempat.

Lantas pihak Pemkot Pekanbaru meminta masyarakat untuk memutuskan aliran listrik ke musala. Ini sebagai bentuk penyegelan terhadap aktivitas Ahmadiyah. Setelah disegal dan memutuskan aliran listrik, FPI, masyarakat dan Pemkot Pekanbaru bersama-sama membubarkan diri.

(cha/fay)


Berita Terkait