KPU dan Panwaslu Jabar Nonton Bareng VCD AFI Anti Wiranto

KPU dan Panwaslu Jabar Nonton Bareng VCD AFI Anti Wiranto

- detikNews
Kamis, 10 Jun 2004 17:40 WIB
Bandung - Kemunculan VCD AFI plus Tragedi Trisakti, Semanggi I dan II di Bandung segera menjadi perhatian banyak pihak. KPUD, Panwaslu dan wartawan pun menggelar acara nonton bareng.Acara nonton bersama VCD 'AFI plus' itu digelar di kantor KPUD Jawa Barat, Jl. Garut, Bandung, Kamis (10/6/2004). Semua yang hadir nampak serius memelototi layar TV yang ada.Seperti diberitakan sebelumnya, di bagian awal VCD itu memang benar menampilkan konser AFI. Namun itu hanya berjalan sekitar 8 menit. Setelah itu layar monitor kosong. Beberapa detik kemudian muncul tulisan putih dengan latar belakang warna kuning.Tulisan itu berbunyi Adili segera!!! Jenderal Wiranto Pelanggar HAM berat, kasus Trisakti dan Semanggi I,II. Segenap rakyat Indonesia mari bersama-sama tolak capres dari militer. Tulisan tersebut muncul dengan durasi sekitar 1 menit kemudian hilang.Sebagai gantinya, muncul cuplikan-cuplikan rekaman peristiwa tragedi Trisakti, Semanggi I dan II. Foto Wiranto dengan PDH TNI lengkap dalam ukuran kecil ada di sudut kanan atas. Pada bagian bawah, melintas running text berbunyi 'Adili Jenderal Wiranto, Tolak Calon Presiden (Jenderal Wiranto).Tidak ada identitas pembuat film dokumenter tersebut. Sebuah tulisan berbahasa Inggris menyebutkan, film ini didedikasikan bagi korban, keluarga, dan teman-teman mahasiswa. Hanya itu.Ketua KPUD Jabar, Setya Permana usai menyaksikan VCD itu mengaku tidak asing dengan tayangan tersebut. Menurutnya, semua cuplikan tragedi tersebut biasa ditayangkan setiap tahun."Ini dinamika politik dari pilpres sekarang. Dalam konteks etika memang ada yang disudutkan. Saya juga tidak aneh jika dalam waktu dekat akan muncul tandingan-tandingannya. Apa ini berdampak positif atau negatif, sangat tergantung masyarakat," tutur Setya Permana.Setya juga mengatakan, KPU tidak bisa berbuat mengenai hal in. KPU, sambung Setya, menganggapnya hanya sebagai surat kaleng, walau tayangan ini sepertinya untuk menyudutkan kandidat tertentu. "Mudah-mudahan tayangan ini tidak membingungkan. Siapa tahu malah ada efek positifnya," kata Setya. (djo/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads