Jenazah warga asal Medan ini tiba di Bandara Polonia, Sabtu (16/4/2011). Kedatangan jenazah Hendra (35) disambut isak tangis keluarga.
Setelah tiba di rumah duka di kawasan Jl. Bromo Ujung, Gang Tertib, pihak keluarga langsung membuka peti jenazah. Keluarga korban langsung menangis saat kain kafan Hendra dibuka. Pada wajah korban, terdapat luka lebam bekas hantaman benda tumpul.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Abang kandung korban, Syafrizal mengatakan, pihak keluarga meminta pemerintah Indonesia dan Polisi Diraja Malaysia segera mengusut pelaku pembunuhan Hendra karena pada tubuh korban terdapat luka bekas hantaman benda tumpul.
"Kami berharap kasus pembunuhan adik kami segera diusut. Cuma itu yang kami mau," kata Syafrizal.
Jenazah Hendra ditemukan tewas membusuk oleh Polisi Diraja Malaysia pada 6 April lalu. Sementara pihak keluarga mendapat informasi tewasnya Hendra pada 13 April lalu.
Hendra merupakan anak keempat dari delapan bersaudara. Sebelum tewas, korban bekerja sebagai buruh di perkebunan mangga di kawasan Bukit Raja, Klang, dalam lima bulan terakhir. Korban sempat pulang ke kampung halaman guna melengkapi berkas dan surat-surat sebagai TKI pada November 2010 lalu.
Rencananya, korban akan menikah dalam waktu dekat dengan kekasihnya yang dikabarkan juga bekerja sebagai TKI di Malaysia.
(rul/van)











































