Mortir pertama kali diketahui pemilik gudang, Pandapotan Sibuea. Dia menerima benda bulat lonjong penuh karat itu, sekitar pukul 16.00 WIB. Seorang pemulung yang tak dikenalnya yang menjual mortir itu kepada Pandapotan.
"Awalnya saya tidak curiga dengan besi bulat yang dijual pemulung. Karena ada tiga besi berkarat yang bentuknya sama, saya jadi curiga. Setelah diperiksa, ternyata mortir," kata Pandapotan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah dipastikan benda itu bahan peledak, seterusnya dilakukan pengamanan. Mortir itu kemudian dibawa ke Markas Brigade Mobil (Brmob) daerah Sumut, Jl KH Wahid Hasyim, Medan.
Penemuan mortir sempat menarik perhatian warga dan pengendara yang melintas di kawasan tersebut. Kemacetan terjadi hingga mortir itu dibawa ke Markas Brimob.
(rul/irw)











































