Proses evakuasi dimulai sekitar pukul 10.30 WIB usai Walikota Semarang, Soemarmo H.S, meninjau tempat kejadian di Jl Kepodang 34, Kamis (14/4/2011). Sebuah backhoe dan beberapa mobil pengangkut material dikerahkan.
Dua mobil (sebelumnya ditulis satu mobil) 'sedikit' selamat. Daihatsu Feroza bernopol H 7860 ES rusak bagian depan dan belakang. Kacanya hancur. Mobil Suzuki Escudo bernopol H 8636 WG ringsek pada bagian belakang.
Sementara empat mobil berbagai warna, mulai Daihatsu Xenia hingga Honda Jazz remuk. Kap mobil ringsek. Sebelum dievakuasi, si pemilik sempat mengambil barang yang tertinggal di dalam mobil.
"Ya gimana lagi, diperbaiki juga nggak bisa. Belum tahu mau diapakan," tutur seorang pemilik mobil yang enggan disebut namanya.
Walikota Semarang Soemarmo mengaku tak bisa melakukan apa-apa terhadap mobil yang jadi korban bangunan tua tersebut. "Seharusnya pemilik bangunan yang memberi ganti rugi, tapi kita nggak tahu siapa pemiliknya," katanya.
Soemarmo menandaskan, sisa tembok yang tidak runtuh akan dihancurkan. Kalau tidak, hal itu bisa membahayakan bangunan sekitar, terutama Kantor Bank Mandiri.
"Meski bangunan ini cagar budaya, tapi kalau membahayakan begini, ya apa boleh buat," ungkapnya.
Berdasarkan informasi, bangunan tua itu sebelumnya disewa PT Wahana Tata. Namun ketika ditelusuri, perusahaan itu telah tutup, sehingga tidak jelas lagi siapa yang menyewa bangunan berlantai dua yang terletak di Kawasan Kota Lama itu.
(try/lh)











































