Ulat bulu memiliki cara hidup yang unik. Mereka beraktivitas mencari makanan dan bermigrasi pada malam hari. Ulat bulu bergerak dari sarangnya menuju dedaunan dari pepohonan. Pada siang hari, ulat bulu beristirahat tidur dengan cara bergerombol dalam satu kelompok.
Ulat bulu tak hanya menyusuri batang-batang pohon. Namun ulat ini juga menyusuri tembok rumah dan sekolah, seperti yang terjadi di Denpasar dan Gianyar, Bali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ulat bulu umumnya menempel pada batang pohon kemudian bergerak mencari daun yang paling enak untuk makanan pertama. Daun yang paling enak bagi ulat bulu adalah daun benalu. Jika daun yang rasanya paling lezat itu habis, maka ulat bulu akan memakan segala jenis dedaunan.
Di Bali, ulat bulu telah memakan beragam jenis daun, seperti daun pepaya, jepun, pisang, mangga, jempinis, sandat hingga daun pelepah kelapa. "Ulat bulu itu pemakan segala jenis daun," kata Suryawan.
Setelah daun pada suatu pohon habis atau meranggas, ulat bulu akan kembali pindah ke pohon lainnya. Jika daun pada suatu wilayah telah habis, maka ulat bulu ini akan bermigrasi ke daerah lain. Hal ini dilakukan ketika ulat ini sudah berubah menjadi ngengat.
"Inilah yang suka menempel pada lampu kendaraan yang melaju di malam hari," kata Suryawan.
Kendaraan inilah yang memandu ngengat ini bermigrasi ke daerah lain di malam hari. Migrasi bisa terjadi cukup jauh dari daerah asal. Ngengat akan ikut berhenti di suatu tempat, jika kendaraan pemandunya juga berhenti. Di tempat yang baru itulah kupu-kupu bertelur dan menjadi ulat bulu. Sedangkan, cara migrasi alaminya adalah ngengat dan kupu-kupu diterbangkan angin secara bergerombol.
(gds/fay)










































