Suryadharma Ali Minta Masyarakat Waspadai 'Aliran' Pencuci Otak

Suryadharma Ali Minta Masyarakat Waspadai 'Aliran' Pencuci Otak

- detikNews
Selasa, 12 Apr 2011 18:54 WIB
Suryadharma Ali Minta Masyarakat Waspadai Aliran Pencuci Otak
Jakarta - Kasus yang menimpa Lian Febriani (26) harus menjadi pelajaran bagi masyarakat lainnya. Jangan cepat terpengaruh oleh ajaran baru yang berpotensi menyesatkan atau bertujuan jahat.

"Imbauan saya kepada masyrakat agar berhati-hati menerima pandangan-pandangan baru, menerima ajaran baru. Jangan cepat terpengaruh karena pandangan-pandangan baru itu perlu dipikirkan secara tenang, matang, disaring dengan demikian agar bisa kita tentukan apakah itu cocok. Kita masyrakat harus waspada," ujar Menteri Agama Suryadharma Ali.

Hal itu dia sampaikan kepada wartawan usai mengikuti rapat kabinet di istana presiden, Jakarta, Selasa (12/4/2011).

Suryadharma mengakui fenomena pencucian otak yang menimpa Lian memang marak akhir-akhir ini. Karena itu, tokoh masyarakat dan tokoh agam perlu ikut turun tangan.

"Fenomena ini berkembang, diperlukan tokoh masyarakat tokoh agama supaya tidak dimasuki paham-paham yang tidak sesuai dari sisi agama atau kebangsaan kita," ucapnya.

Lian Febriani menghilang usai makan siang di kantin Kominfo di Jl Medan Merdeka, Jakarta Pusat, pada Kamis (7/4). Pada Jumat (8/4) dia menginap sendirian di Masjia At Ta'awun, Puncak, seorang diri sehingga menarik kecurigaan petugas keamanan setempat. Pada Sabtu (9/4), pencarian pada identitas Lian yang mengaku bernama Maryam dan sedang menunggu jemputan teman-temannya, dimulai. Pada Minggu (10/4) subuh, keluarga Lian menjemput ibu satu anak yang tak mengenal dirinya sendiri itu.

Perkembangan terakhir, Lian masih menjalani shock therapy oleh dokter yang datang ke rumah. Lian juga belum masuk kerja dalam minggu ini.

Lian masih terus ditemani suami dan anak semata wayangnya yang berusia 1,5 tahun. Dia belum siap bertemu dengan banyak orang, termasuk sanak saudara.

(mad/gun)


Berita Terkait