Motivasi Etis Dibukanya Kasus 27 Juli Dipertanyakan

Motivasi Etis Dibukanya Kasus 27 Juli Dipertanyakan

- detikNews
Rabu, 09 Jun 2004 13:12 WIB
Jakarta - Pengamat Politik Fachry Ali mempertanyakan motivasi etis dibukanya kasus penyerangan kantor PDI di Jalan Diponegoro Nomor 58 tanggal 27 Juli 1996, yang diungkap di tengah hiruk pikuk kampanye pemilihan presiden."Kenapa butuh waktu lama untuk mengungkap ini? Karena akan menimbulkan kegalauan tertentu dari pihak yang terdesak untuk mengungkap kebobrokan orang lain dengan mengungkapkan senjata pamungkas mereka," kata Fachry Ali di sela-sela sebuah acara di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta, Rabu (9/6/2004).Menurut Fachry, seringkali upaya hukum itu disimpan dan digunakan oleh seseorang yang berkuasa secara politik untuk menjatuhkan lawan politiknya."Buat saya persoalan ini harus dilihat dari motivasi etis. Muncul seolah-olah moralis tetapi ingin menjatuhkan," imbuhnya.Seperti diketahui, Kapolri telah mengeluarkan telegram rahasia untuk menuntaskan kembali kasus 27 Juli. Tersangka yang menonjol di antaranya adalah eks Pangdam Jaya yang kini Gubernur Jakarta Sutiyoso. Sedangkan SBY tercatat sebagai saksi. Kala itu SBY menjabat sebagai Kasdam Jaya alias anak buah Sutiyoso. (aan/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini