Negara Terus Memelihara Bhinneka Tunggal Ika

Laporan dari Athena

Negara Terus Memelihara Bhinneka Tunggal Ika

- detikNews
Selasa, 12 Apr 2011 04:09 WIB
Negara Terus Memelihara Bhinneka Tunggal Ika
Athena - Bhinneka tunggal ika atas keragaman etnis, agama dan bahasa di Indonesia adalah bukan sesuatu yang taken for granted. Karena itu negara terus-menerus memeliharanya.

Demikian benang merah kuliah umum Rektor Institut Sanata Darma Yogyakarta Romo Dr. J.B. Heru Prakosa, SJ di depan 150 mahasiswa Yunani pada Fakultas Theologia, National and Kaposditrian University of Athens, Senin (11/4/2011).

Kuliah umum ini, sebagaimana dituturkan Sekretaris II Widya Sinedu kepada detikcom, adalah bagian dari rangkaian interfaith dialogue, terselenggara atas kerjasama KBRI Athena, Kementerian Luar Negeri RI, Kementerian Agama RI dengan Universitas  terbesar di Yunani tersebut. 

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Romo Heru, di tengah masyarakat Indonesia yang plural, upaya interfaith dialogue telah dilakukan sejak 1967 dan telah membuahkan hasil dalam mencegah konflik dan disintegrasi bangsa.

"Dialog ini perlu terus dimanifestasikan dalam kehidupan, tindakan, pengalaman agama dan pengalaman teologia," ujar Romo.

Dalam kaitan ini, lanjut Romo, pemikiran utama untuk memulai dialog adalah bahwa setiap pihak berpegang teguh dengan keyakinan masing-masing dan dalam waktu bersamaan harus bersikap terbuka atas kepercayaan lainnya.

Atas semua upaya itu, Indonesia meskipun negara yang sangat heterogen baik dari segi etnis, budaya maupun agama, namun  berhasil menyatukan perbedaan-perbedaan tersebut di bawah semboyan bhineka tunggal ika.

Selain itu terdapat unsur pemersatu yaitu bahasa Indonesia yang memungkinkan masyarakat dengan dialek berbeda-beda dapat saling berkomunikasi dan memahami satu dengan lainnya.

"Kebebasan beragama juga dijamin oleh dasar negara Pancasila dan konstitusi, yakni Undang-Undang Dasar 45," demikian Romo.

Berbagi

Sebelumnya Dubes RI untuk Republik Yunani Ahmad Rusdi  menyampaikan penghargaan atas kesediaan universitas untuk bekerjasama dengan KBRI dalam melaksanakan kuliah umum.

"Kegiatan tersebut merupakan sarana efektif untuk berbagi pengalaman mengenai upaya Indonesia dalam menciptakan kehidupan berbangsa dan bernegara yang aman, damai dan harmonis," papar Dubes.

Dubes mengemukakan mengenai penyebarluasan semangat modernitas dan toleransi saat ini di kalangan generasi muda Indonesia.

Kepada para mahasiswa Dubes juga menyampaikan tawaran beasiswa untuk belajar seni, bahasa dan budaya di Indonesia sebagai tindak lanjut dari upaya untuk memperkenalkan budaya Indonesia di kalangan generasi muda.

Tradisi Yunani Kuno

Sementara itu Dekan Fakultas Theologia Universitas Athena Prof. Helen Christinakis menyampaikan bahwa National and Kapodistrian University of Athens merupakan Universitas pertama dalam sejarah Yunani.

Sejak didirikan, universitas ini terus berupaya mengikuti  tradisi Yunani kuno dalam mengajarkan nilai-nilai tentang pentingnya menghargai perbedaan budaya.

Ditekankan bahwa pihak universitas sangat menjunjung tinggi toleransi dan nilai-nilai persahabatan sebagai dasar hubungan antar-manusia dan menyambut baik inisiatif dan kerjasama dalam mempromosikan interfaith dialogue.


(es/es)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads