"Kita di sini juga ikut membantu penyidikan. Saat ini bukunya sudah diambil Polda," kata Kanit Reskrim Polsek Cisarua AKP Iwan Wahyudi di Mapolsek Cisarua, Jalan Raya Cisarua, Bogor, Jawa Barat, Senin (11/4/20110).
Dua buah buku yang diambil penyidik ini berjudul "Hakekat Agama dalam Kehidupan Manusia" dan "Mutiara Quran dan Hadits". Kedua buku itu memiliki tebal masing-masing sekitar 150-200 halaman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lian menghilang sejak Kamis (7/4) lalu. Sebelum hilang, Lian dan teman sekantornya sempat makan siang di kantin Kementerian Informasi dan Komunikasi di Jl Medan Merdeka.
Usai makan siang, Lian mengatakan kepada temannya ia akan menemui seseorang di Jl Tanah Abang, Jakarta Pusat. Namun hingga jam pulang kantor Lian tidak pernah kembali ke kantornya.
Sejak menghilang, Lian juga tidak pernah menghubungi keluarga maupun rekan sekantornya. Saat ditemukan pada Sabtu (9/4) di Masjid Ata'awwun, Puncak, ada yang aneh dari kondisi psikologis ibu satu anak tersebut. Dia tak mengenal lagi keluarganya. Termasuk dirinya sendiri.
Penampilan Lian juga berubah. Dia menjadi memakai cadar, mengaku bernama Maryam dan membawa dua buku bertema jihad. Lian juga mengaku ingin berjihad. Lian dijemput keluarganya pada Minggu (10/4) dinihari.
(nal/nrl)











































