"Pelakunya ada lima orang dan menaiki empat motor," kata Metty melalui Info Anda detikcom, Senin (11/3/2011) pukul 11.30 WIB.
Metty menceritakan, awalnya ia hendak berkendara menuju sekolah anaknya yang masih TK di daerah Pondok Gede, Jakarta Timur. Saat itu sekitar pukul 08.00 WIB, ia menyetir melalui rute Muncul-Cilangkap.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tidak berhenti dan terus memacu mobil saya," katanya.
Tak lama kemudian muncul lagi pengendara motor yang menggunakan motor bebek mengetok-ngetok lagi kaca mobilnya. "Orang ini juga sama menunjuk-nunjuk ban depan mobil saya," katanya.
Metty tidak menghiraukan pemberitahuan orang tersebut. Ia terus mengendarai mobil yang ditumpanginya. "Saya takut kalau berhenti nanti kaca mobil dipecahkan," katanya.
Para pengemudi motor itu belum menyerah. Tak lama berselang seorang pengendara motor lainnya yang berboncengan menyalip mobil dari kiri dan memberi tahu ada ban mobil yang bocor. "Saya tidak hiraukan, sambil gemetar saya terus memacu mobil saya," katanya.
Para pengendara motor itu baru menghentikan kejarannya di sekitar pom bensin Pagelaran. "Mereka kemudian berkumpul dan tidak mengejar saya," katanya.
Metty pernah mengalami kejadian yang sama empat bulan lalu di ruas jalan yang sama. Dua orang pemotor mengetok mobilnya dan memberi tahu ban mobilnya bocor.
"Saya berhenti di tukang tambal ban, saya cek ternyata tidak ada satu pun ban mobil saya yang bocor," katanya.
Metty meminta agar para pengendara mewaspadai modus tersebut. Menurutnya lebih baik memeriksa kendaraan di tempat yang ramai. Selain itu jangan lupa membawa semua barang dan tas yang ada dalam mobil dan mengunci kendaraan.
"Untuk mengecek kendaraan carilah tempat umum yang ramai. Begitu turun langsung kunci mobil dan ambil barang bawaan kita," sarannya.
(nal/nrl)











































