Memang, Gedung Putih melalui Menteri Luar Negeri Hillary Clinton tidak menyebutkan isi surat Khadafi sepanjang 3 halaman tersebut. Namun, sebuah bocoran mengatakan Khadafi meminta Obama untuk menghentikan serangan yang dipimpin NATO ke Libya.
Tanpa mempedulikan seruan Khadafi, Hillary balik mendesak agar sang kolonel melakukan gencatan senjata, menarik pasukannya, serta segera hengkang ke pengasingan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Perlu ada gencatan senjata, pasukannya harus ditarik dari kota-kota di mana mereka telah melakukan kekerasan. Perlu sebuah keputusan tentang perginya dia dari kekuasaan...perginya dia dari Libya," ucap Hillary.
"Semakin cepat itu terjadi, pertumpahan darah akan segera berakhir, dan kondisi akan semakin baik bagi semua orang," katanya.
Clinton juga membela aksi pasukan NATO yang melakukan serangan udara untuk menegakkan zona larangan terbang serta melindungi warga sipil dari serangan oleh pasukan Khadafi.
Sebelumnya, Khadafi mengirim surat kepada Obama. Ia meminta agar Obama menghentikan apa yang dinilainya sebagai perang tidak adil antara pasukannya melawan NATO. Obama dianggap sebagai orang yang memiliki keberanian untuk melakukan hal itu.
Dalam surat tersebut, Khadafi juga menyebut Obama sebagai 'anak kami' dan mendoakan agar terpilih kembali dalam Pemilu AS tahun 2012 mendatang.
(irw/ahy)











































