Pemberontak Libya Keluhkan NATO Sangat Lamban Bertindak

Pemberontak Libya Keluhkan NATO Sangat Lamban Bertindak

- detikNews
Rabu, 06 Apr 2011 15:07 WIB
Pemberontak Libya Keluhkan NATO Sangat Lamban Bertindak
Jakarta - Aksi NATO di Libya dikritik oleh kelompok oposisi. NATO dianggap terlalu lamban bertindak terhadap pasukan Muammar Khadafi sehingga akibatnya, warga sipil menjadi korban.

"Reaksi NATO sangat lamban," kata Jenderal Abdel Fattah Younes, pemimpin militer pemberontak Libya seperti dilansir kantor berita Reuters, Rabu (6/4/2011).

"Satu pejabat menelepon lainnya dan kemudian dari pejabat itu ke kepala NATO dan dari kepala NATO ke komandan lapangan. Ini makan waktu delapan jam," cetus mantan Menteri Dalam Negeri Libya yang membelot ke kubu pemberontak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Younes, lambannya tindakan NATO menyebabkan pasukan Khadafi bisa terus maju dan menggempur Kota Misrata hingga menewaskan banyak warga sipil.

"Misrata sedang mengalami pemusnahan total," ujar Younes. "NATO membombardir di sana-sini dan membiarkan warga Misrata mati setiap hari. NATO telah mengecewakan kami," cetusnya.

Menurut Younes, pihaknya selalu memberitahu NATO tiap kali mereka mendapat info bahwa pasukan Khadafi sedang bergerak menuju kota yang dikuasai pemberontak. Namun reaksi NATO sangat lamban.

Younes pun mengancam akan meminta Dewan Keamanan PBB untuk menghentikan misi NATO di Libya jika aliansi militer tersebut tidak bekerja sebagaimana mestinya.

(ita/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads