"Senang," kata DS singkat di kantor PBHI, Matraman, Jakarta, Selasa (5/4/2011).
DS mengaku kapok tak mau mengambil barang apapun di tengah jalan.
Pengalaman di penjara cukup menyeramkan bagi DS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama 17 hari di Rutan Pondok Bambu, DS terkena penyakit kulit. Menurut DS, air di rutan memang bening namun membuat kulit gatal-gatal. Di rutan tersebut DS juga belajar mencuci piring dan cuci baju sendiri. Rambut DS pun dipotong.
"Ini kena penyakit kulit. Pas di Polsek nggak apa-apa. Dua hari setelah di Pondok Bambu langsung kena penyakit gara-gara air di penjara," jelasnya.
DS mengatakan, selama proses pemeriksaan di Polsek, DS tak dianiaya oleh penyidik. Berbeda dengan temannya, RW. "Yang ditampar RW. Saya nggak diapa-apain," jelasnya.
DS menceritakan dirinya kala itu sedang berjalan dari sekolah menuju rumah. DS mendengar ada suara petasan atau suara tembakan dari arah Gang 12, Johar Baru.
Di Gang 12 tersebut, kebetulan ada teman DS. DS pun mendatangi temannya tersebut. Kebetulan ada tawuran di Gang 12 tersebut. Di sekitar lokasi tawuran, DS menemukan ada kartu perdana XL Rp 10 ribu.
"Kita diteriaki dan dikejar-kejar dikira bawa senjata tajam kali. Terus diperiksa. Akhirnya kita ngaku tadi ambil kartu perdana. Saya nggak ikut tawuran," ungkapnya.
(gus/fay)











































