"Kita waktu disumpah berjanji untuk memperhatikan aspirasi masyarakat, oleh karena itu kita mau mengakomodir aspirasi masyarakat, kita mau berkoalisi dengan rakyat. Karena itu kita jalankan petisi tolak gedung baru," ujar sekretaris Fraksi PAN, Teguh Juwarno, dalam konferensi pers bertajuk "Petisi Penolak Gedung Baru"Β di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (4/4/2011).
Konferensi pers ini dihadiri sekretaris FPAN Teguh Juwarno, sekretaris Fraksi Gerindra, Edi Prabowo, wakil FPKB Abdul Malik Haramain, dan Wakil dari PDIP, Budiman Sudjatmiko.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semangat untuk menolak pembangunan gedung ini bukan pertama kali dan bukan hanya untuk mencari perhatian publik. Bagi kami pembangunan gedung ini tidak urgent. Saat ini kami merasa lebih baik kita menunda pembangunan gedung ini," terang Edi Prabowo.
"Ini sesuai dengan suara konstituen. Kita belum patut untuk mendapatkan fasilitas dengan harga luar biasa. Lebih baik dibangun gedung perpustakaan yang baik untuk DPR ini," imbuh Budiman.
Malik Haramain berpikiran sama dengan rekannya. Menurutnya tak ada kaitannya peningkatan kinerja DPR dengan fasilitas mewah.
"Gedung baru dengan produktivitas itu enggak ada hubunganya. Mestinya kita bekerja lebih keras dulu," tuturnya.
Petisi ini didorong fraksi penolak gedung baru DPR seperti PAN, PDIP, Gerindra, dan PKB. Lucunya, ada anggota DPR dari PD yang ikut dalam petisi ini. Padahal, PD jelas mendukung kelanjutan gedung baru DPR.
"Karena sejak awal, sejak isu gedung DPR miring, saya interupsi untuk menolak rencana pembangunan gedung baru. Saya tidak menyetujui pembangunan gedung karena masih banyak alasan," tutur anggota Komisi I DPR dari FPD, Roy Suryo.
Namun sayangya sikap FPD mendukung gedung baru DPR dibangun secepatnya. Roy berharap masih ada waktu untuk mengingatkan teman-temannya.
"Saya sekarang belum bisa mengajak 148 anggota fraksi demokrat. Tapi saya akan lakukan dari hati ke hati, dari nurani yang paling dalam," janjinya.
(van/gun)











































