"Kalau saya lihat masyarakat yang melek IT 80 persennya menolak baik melalui Twitter atau Facebook," ujar Marzuki.
Marzuki mengatakan itu usai acara seminar nasional bertajuk'Penguatan dan Pembangunan Kapasitas Kelembagaan DPR RI' di Hotel Sultan, Jl Sudirman, Jakarta, Senin (4/4/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Politisi Partai Demokrat itu beralasan, berdasarkan kunjungannya ke daerah, masyarakat di kampung, desa dan kecamatan, bosan melihat anggota DPR yang kerap berpolemik. Sebab polemik di DPR membuat masyarakat semakin susah.
"Rakyat bosan lihat anggota Dewan ribut. Jadi akhirnya kalau ada orang politik muncul di TV mereka akan matikan TV dan mereka nonton sinetron. Sehingga yang terkenal di masyarakat adalah artis bukan politik," tutur Marzuki.
Sebagai orang yang pro pembangunan gedung baru, Marzuki meminta agar pihak-pihak yang mengkritik pembangunan gedung DPR untuk duduk bareng. Dia berjanji tidak akan melupakan rakyat.
"Mari kita bicara, duduk bersama. Namun bukan berarti kita melupakan rakyat. Jangan sampai hiruk pikuk di Jakarta ini mengganggu kehidupan rakyat," imbaunya.
(nik/nrl)











































