Juru bicara pemerintah Libya, Moussa Ibrahim menyebutkan bahwa syarat yang diterapkan pemberontak adalah gila.
"Para pemberontak tak pernah menawarkan perdamaian. Mereka tidak menawarkan perdamaian. Mereka cuma membuat tuntutan-tuntutan mustahil," ujar Ibrahim seperti diberitakan BBC, Sabtu (2/4/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya Ibrahim menyebut bahwa serangan-serangan udara yang dilancarkan Amerika Serikat dkk atas Libya merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan. Sebab serangan tersebut terus menewaskan warga sipil.
(ita/ita)











































