"Sehubungan dengan memburuknya dengan cepat situasi keamanan di Yaman... kami sangat mengimbau seluruh warga negara Inggris untuk meninggalkan negeri itu sekarang selagi pesawat-pesawat komersil masih bisa terbang," demikian statemen Kantor Luar Negeri Inggris seperti dilansir harian Telegraph, Jumat (1/4/2011).
"Mengingat situasi di lapangan, sangat tidak mungkin bahwa pemerintah Inggris akan bisa mengevakuasi warga negara Inggris atau memberikan bantuan konsuler jika terjadi gangguan hukum dan ketertiban yang lebih parah," demikian disampaikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama dua bulan ini Yaman terus dilanda aksi demonstrasi besar-besaran. Para demonstran menuntut pengunduran diri Presiden Ali Abdullah Saleh. Sementara Saleh bersikeras menolak mundur sebelum masa jabatannya berakhir.
Situasi di Yaman memanas pada 18 Maret lalu ketika 52 demonstran tewas ditembaki para pendukung Saleh di Sanaa, ibukota Yaman.
Atas konflik di Yaman, pemerintah Inggris menyerukan semua pihak di Yaman untuk menerapkan pengendalian diri dan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk meredakan ketegangan.
(ita/nrl)











































