Kecewa pada SBY, Dewan Penyelamat Negara Curhat ke JK

Kecewa pada SBY, Dewan Penyelamat Negara Curhat ke JK

- detikNews
Rabu, 30 Mar 2011 17:04 WIB
Jakarta - Sejumlah tokoh yang menamakan diri Dewan Penyelamat Negara (DPN) bertemu dengan mantan Wapres Jusuf Kalla. Dalam pertemuan yang membahas sejumlah permasalahan bangsa tersebut, DPN menyampaikan kekecewaannya terhadap pemimpin negara saat ini.

Salah satunya yang diungkap oleh anggota DPR komisi III Bambang Soesatyo mengenai banyaknya persoalan hukum yang hingga kini belum selesai dan konflik agama yang sering terjadi.

"Kami merasa resah, gundah, khawatir dan geram akhir-akhir ini. Kita merasa negara ini bukan makin baik tapi jauh makin buruk," ujar Bambang dalam pertemuan yang digelar di Rumah Makan Ny Suharti, Jl Kapten Tendean, Mampang, Jakarta Selatan, Rabu (30/3/2011).

Bambang menilai Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melakukan pembiaraan pada masalah-masalah bangsa saat ini. Bahkan pemberantasan korupsi yang dipimpin didengungkan Presiden tidak juga membuahkan hasil yang maksimal.

"Draf RUU Tipikor mengalamai kemunduran. Apakah perkataan Presiden mengenai pemberantasan korupsi benar dilakukan, padahal draf RUU bertolak belakang dengan semangat yang didengungkan. Artinya pemberantasan korupsi hanya omong kosong," jelasnya.

Hal senada juga dikatakan oleh Effendi Choiri atau akrab disapa Gus Choi. Gus Choi menilai pemerintah tidak bisa melindungi bangsa, mensejahterakan rakyat, mencerdasakan dan menjaga harga diri bangsa di mata internasional.
"Mengapa? Apa susahnya melindungi segenap tumpah darah bangsa. Apa susahnya ada uang, SDM, tapi rakyat tidak sejahtera. Kita punya pendidikan dimana-mana, mengapa pemerintah tidak mencerdaskan bangsa?" kata Gus Choi.

Menurut Gus Choi, bangsa Indonesia yang besar ini tidak bisa tampil baik di mata internasional dengan harga diri bangsa.
"Kesimpulan kami salah satu faktor terpenting adalah kepemimpinan. Kalau dalam agama faktor kepemimpinan menyelesaikan masalah hampir 90 persen. Pemimpin ada unsur pemberani, ada unsur membela rakyat bukan membela kepentingan sendiri. Ada unsur memberi, pikiran dan fisik memberi," jelasnya.

Hadir juga dalam acara ini para aktivis DPN yang lain yaitu Lily Wahid, Permadi, Fuad Bawazier, Adhie Massardi, Saurip Kadi, Laode Ida, Eggi Sudjana dan aktivis '98.
(mpr/nwk)


Berita Terkait