"Sudah dicek Gegana dan tidak ada kandungan metal di dalamnya," kata Kapolres Bekasi Kota Kombes Imam Sugianto kepada detikcom, Jumat (25/3/2011).
Paket tersebut dikirimkan sekitar pukul 08.00 WIB ke pemilik rumah bernama Rika. Paket tersebut dikirim oleh seorang laki-laki berkulit putih, berambut cepak dan menggunakan motor jenis bebek warna merah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pembantu kemudian melaporkan paket tersebut ke majikannya. "Tapi majikannya merasa tidak kenal dengan pengirim," katanya.
Hingga pukul 11.30 WIB, pembantu tersebut kemudian melapor ke Polsek. Polisi yang mendapat laporan kemudian meluncurkan satu tim Gegana ke lokasi.
"Setelah diperiksa menggunakan metal detector, tidak ada kandungan metal di dalamnya," katanya.
Sementara itu, Imam mengungkapkan, di wilahnya baru menerima dua laporan paket mencurigakan. Sebelumnya, polisi menerima laporan tas mencurigakan yang disimpan di sebuah mesjid di Kota Bekasi.
"Ternyata isinya baju. Orang ketinggalan tasnya dilaporkan," katanya.
Mengantisipasi maraknya teror bom, Polres Bekasi rutin melakukan razia. Pihaknya merazia mobil box dan mobil berkaca gelap yang melintas di jalan.
"Polanya kita ubah, jamnya juga kita ubah," katanya.
Ia menambahkan, dengan adanya razia, pihaknya ingin menunjukkan bahwa polisi selalu ada dan melakukan pengamanan. "Sehingga masyarakat merasa aman dengan adanya polisi," tuturnya.
Masyarakat juga diminta tidak khawatir dengan penerimaan paket. "Kalau ragu-ragu, laporkan saja," katanya.
Menurutnya, kecemasan masyarakat yang berlebih justru akan dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. "Bisa saja kebetulan ada momen seperti itu, karena dendam, dia kirim paket tapi isinya batu. Hanya karena mau membuat masyarakat takut," tutupnya.
(mei/mad)










































