"PKS sudah berubah. Karena lingkungan pergaulan partai lain jadi menular, ya lingkungan mempengaruhi," ujar mantan anggota Dewan Syariah PKS, Habibullah, Jumat (25/3/2011).
Habibullah pun tak heran ketika kemudian muncul 'perlawanan' dari Yusuf Supendi. Pengurus pPKS sudah dikuasai figur-figur yang pragmatis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Habibullah yang kini aktif berdakwah ini menjelaskan, klaim partai dakwah kini hanya tinggal cerita usang. PKS yang sekarang sudah jauh bertolak belakang dengan yang dahulu.
"Paradoks akut, jadi partai dakwah hanya utopia," sesalnya.
Sebagai contoh dalam pemilukada. Sikap PKS sama seperti partai yang lainnya meminta kepada calon 'mahar politik', yang dinilai Habibullah tak jauh berbeda dengan money politics, hanya dikemas dengan cara yang berbeda.
"Rupanya berkuasa itu enak, more power more money. Banyak yang terjebak di lingkungan itu. Bahkan kini politik menjadi ladang pekerjaan baru," urainya.
Habibullah berpesan kepada elite-elite PKS yang dinilainya tidak sedikit yang hidup lebih dari cukup. Mereka diminta ingat kader-kader PKS yang di akar rumput yang hidup sederhana.
"Kasihan kader di bawah yang baik-baik, yang enak cuma elite PKS. Yang di bawah itu taat murobbi. Saya kasihan," tuturnya.
Habibulloh kini memilih menjadi da'i. Dia juga kerap melakukan diskusi dengan sejumlah mantan elite PKS lainnya dalam Forum Peduli Keadilan. Habibullah pada 2004 duduk di sebagai caleg nomor 1 di Jawa Tengah, namun dia memilih menolak.
(ndr/nrl)











































