"Yang kaitan bom sehari itu saja, selebihnya tidak ada. Hanya paket mencurigakan. Kalau yang terakhir ini kita duga berbeda, terputus dengan yang 15 Maret," kata Kabag Penum Mabes Polri Kombes Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta, Kamis (24/3/2011).
Boy membenarkan paket mencurigakan setelah tanggal 15 Maret dilakukan oleh orang iseng.
"Karena banyak sekali faktor masalah pribadi. Itu bisa muncul dalam kondisi seperti ini, memanfaatkan momen yang terjadi pada 15 Maret," imbuhnya saat ditanya apakah paket-paket selanjutnya adalah pekerjaan orang iseng.
Apakah mereka yang melakukan perbuatan iseng itu bisa ditindak? "Kalau itu memberikan dampak yang sebagai perbuatan melawan hukum, tentu bisa," ungkapnya.
Pada 15 Maret 2011, tiga paket bom buku meneror 3 tokoh yakni Ketua Jaringan Islam Liberal (JIL), Ulil Abshar Abdalla, Ketua Badan Narkotika Nasional Komjen Gories Mere dan Ketua Pemuda Pancasila Japto Soerjosoemarno. Bom buku di kantor JIL meledak dan melukai Kasat Reskrim Polres Jakarta Timur Kompol Dodi Rahmawan. Sementara di dua lokasi lainnya sempat dijinakkan tim Gegana.
(fay/nrl)











































