"Peralatan Polri perlu ditambah untuk menangani kasus-kasus seperti itu, lalu tentunya anggota-anggotanya juga harus diberi dorongan untuk terbentuk dengan baik. Coba saja dihitung, ketika saya bentuk Densus 88, coba ditanyakan lah kepada Kapolri, apakah itu sudah ada peremajaan bagi anggota-anggota yang lama?" kata Megawati.
Hal itu dikatakan Megawati usai menjadi pembicara kunci dalam Seminar Nasional tentang Pembangunan Infrastruktur Transportasi di ruang KK II, Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Kamis (24/3/2011). Seminar dihadiri dua ratusan peserta, termasuk sejumlah tokoh nasional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia juga melihat pembicaraan RUU Intelejen Negara di tengah praktik intelijen di lapangan yang butuh perbaikan, justru membiaskan persoalan.
"Di dalam masalah-masalah apa yang sekarang terjadi, terorisme mengenai bom buku, itu kan harusnya kita punya kecanggihan dan intelijen kita menjadi cukup kuat. Bukan hanya lalu, dijadikan sesuatu yang bias, RUU Intelijen yang dibicarakan. Persoalannya kan bukan demikian. Justru di lapangannya, pelaratan Polri perlu ditambah," papar dia.
Ketika ditanya lebih lanjut apa yang seharusnya dilakukan pemerintah, Megawati menolak menjawab.
"Saya tidak tahu ya, itu bukan urusan saya. Saya hanya memberikan suatu komentar," ujar Megawati yang pernah mengaku 'bosan' menanggapi isu nasional sementara tidak pernah ada penyelesaian dari pemerintah.
(lrn/aan)











































