Bapeten Latih Petugas Kesehatan Bandara Soal Radiasi

Bapeten Latih Petugas Kesehatan Bandara Soal Radiasi

- detikNews
Kamis, 24 Mar 2011 07:31 WIB
Bapeten Latih Petugas Kesehatan Bandara Soal Radiasi
Jakarta - Ancaman radiasi nuklir bisa datang dari mana saja. Untuk mendeteksi secara dini, pihak Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) akan melatih sejumlah petugas kesehatan Bandara Soekarno Hatta soal radiasi.

"Saya diundang KPP (Kantor Kesehatan Pelabuhan). Ini (pelatihan) untuk menyebarluaskan kepada publik dan kesempatan kita untuk mengedukasi," kata Kepala Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) As Natio Lasman.

Hal itu disampaikan As Natio saat berbincang dengan detikcom, Rabu (23/3/2011) malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut As Natio, pelatihan seperti ini sangat baik agar bahaya radiasi nuklir bisa dihindari. Materi pelatihan berupa penanganan apabila ada seseorang yang diduga terkena radiasi.

"Bagaimana kita mendeteksi secara awal apabila ada orang yang terkena radiasi itu kan bisa kita hindari sebelum menyebar," jelasnya.

As Natio mengatakan, sejauh ini Bapeten ikut membantu Kementerian Kesehatan melakukan scanning terhadap penumpang pesawat yang berasal dari Jepang. Banyak tahapan yang harus dilakukan dan dimengerti oleh petugas sebelum melakukan tindakan.

"Selain deteksi dengan alat scanning, kita juga melakukan penanganan. Kalau terdeteksi dari luar-maka kita berpraduga bahwa orang tadi tidak hanya luar, tapi dalamnya juga (terdeteksi).

Tidak berarti, seseorang yang terkontaminasi radiasi pada permukaan luar juga terkena hingga ke dalam tubuhnya. "Luasnya permukaan tubuh terhadap masuknya zat radio aktf, hidung atau mulut. Sekian persen," paparnya.

Air

As Natio juga mengomentari bahaya air minum di daerah Jepang yang sudah terkontaminasi radiasi nuklir bagi bayi. Menurutnya, dalam takaran tertentu radiasi air minum bisa berdampak pada sang bayi.

"Tapi tidak berdampak langsung. Nanti setelah bertahun-tahun baru kelihatan (dampaknya)," tandasnya.

Sementara untuk orang dewasa, air minum yang terkontaminasi tidak terlalu berpengaruh. "Karena orang dewasa self defense-nya kan lebih kuat," tandasnya.

(ape/feb)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini