"Tentu kita sangat sesalkan kalau JAI memutuskan tidak hadir dalam forum dialog ini," ujar Suryadharma Ali saat jumpa pers sebelum dialog dimulai di Kantor Kementerian Agama Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (22/3/2011).
Ketum PPP yang akrab disapa SDA ini mengatakan, harusnya forum ini dimanfaatkan dengan baik oleh JAI. Ketidakhadiran JAI ditakutkan menimbulkan spekulasi yang tidak baik dalam rangka penyelesaian masalah JAI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kehadiran JAI ditegaskan SDA, sangatlah penting. Dengan hadirnya JAI, semua pihak dari berbagai latar belakang bisa mendengarkan penjelasan mereka secara langsung tentang ajaran yang mereka anut selama ini.
"Kami harapkan JAI hadir untuk beri penjelasan tentang ajaran mereka yg sesuanggunya, dan jika tidak bertentangan dengan islam," tegas pria berkacamata ini.
JAI lanjut SDA, akan sangat rugi jika melewatkan kesempatan dialog dengan berbagai tokoh ini.
"Harusnya ini merupakan kesempatan JAI untuk menjelaskan bagaimana ajarannya itu, sangat rugi jika JAI tak menggunakan forum ini untuk menjelaskan prinsip-prinsip ajaran mereka," tandas SDA.
Kementerian Agama selama empat hari yaitu tanggal 22,23,29 dan 30 Maret 2011 mengadakan dialog tertutup dengan beberapa LSM, Ormas, dan tokoh untuk mencari penyelesaian masalah Ahmadiyah.
Untuk dialog sesi I ini, Kementerian Agama akan berdialog dengan sejumlah LSM antara lain, Setara Institute, the Wahid Institute, Imparsial, Ma'arif Institute, CRCS UGM, dan Pusat Studi Al Qur'an, dengan pengantar akan disampaikan oleh Kepala Badan Litbang dan Diklat.
Sayangnya, dari dua organsisasi penting terkait pembahasan ini yaitu Jemaat Ahmadiyah Indonesia dan Gerakan Ahmadiyah Indonesia (GAI), hanya GAI yang memenuhi undangan yang diwakili Ketua Bidang Pembinaan Organisasi GAI S Ali Yasir.
(lia/nwk)











































