Nekat Melintas, Puluhan Motor Terjebak Lahar Dingin di Jl Magelang-Yogya

Nekat Melintas, Puluhan Motor Terjebak Lahar Dingin di Jl Magelang-Yogya

- detikNews
Senin, 21 Mar 2011 20:43 WIB
Nekat Melintas, Puluhan Motor Terjebak Lahar Dingin di Jl Magelang-Yogya
Magelang - Banjir lahar dingin kembali menerjang Kali Putih, Desa Jumoyo, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah dan meluap ke Jl Raya Magelang-Yogyakarta Km 13. Saat banjir relatif sedang surut, puluhan pengendara sepeda motor nekat melintas. Akibatnya mereka terjebak pasir dan lumpur.

Dari hasil informasi yang dihimpun detikcom, Senin (21/3/2011), sekitar pukul 15.55 WIB, beberapa anggota tim SAR berjaga di jembatan Kali Putih, Magelang setelah mendapatkan informasi telah terjadi hujan di kawasan puncak Merapi.

"Sekitar pukul 17.00 WIB, banjir lahar dingin setinggi 2,5 meter terjadi. Kemudian jalur Magelang Yogya kembali dialihkan," ungkap Haryadi (55), warga Dusun Gempol, Jumoyo, di sekitar jembatan Kali Putih.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Haryadi menjelaskan, saat terjadi banjir hanya ada belasan petugas tim SAR saja yang stand by untuk menghalau pemakai jalan, terutama pengendara motor yang nekat dan selalu bersikeras untuk melintas.

"Tidak ada satu pun anggota polisi yang bertugas di sini. Semua tidak kelihatan. Mungkin karena sudah bosan banjir terjadi sudah belasan kali. Untung saya membawa pengeras suara dan menyuruh beberapa orang yang melintas untuk menyingkir dan menjauh. Kalau tidak sudah ada korban jiwa," ungkapnya.

Kemudian sekitar pukul 17.45 WIB, banjir pun setelah sempat dua kali mengempas Kali Putih, tapi langsung surut. Tidak menunggu lama, ratusan pengendara motor nekat melewati Jl Raya Magelang-Yogya yang masih tertimpun material vulkanik.

Ketinggianya material vulaknik sekitar 50-60 centi meter berupa batu, pasir, lumpur dan puing-puing kayu yang berserakan ditengah-tengah jalan. Namun, kondisi itu tidak membuat para pemakai jalan mengurungkan perjalanan walau dengan susah payah.

"Nekat, Mas. Daripada kita muter jalur alternatif bisa sampai satu jam lebih muter ke Kali Bawang, Ngluwar lalu ke Muntilan," kata ungkap Suryadi (45), warga Sleman yang sempat terjebak motornya selama satu jam.

Bahkan, seorang ibu-ibu yang membawa sepeda motor Yamaha Mio juga nekat dengan memboncengkan anaknya melintas. Alhasil, anak laki-lakinya yang berusia sekitar 10 tahun menangis karena setengah ban sepeda motor terendam pasir. Namun, setelah ditolong petugas Tim SAR motor itu bisa lepas dari kubangan lumpur dan pasir.

Sampai berita ini diturunkan, jalur Magelang-Yogya masih dialihkan dari Kecamatan Muntilan, tepatnya di depan Kantor Polsek Muntilan belok kanan menuju ke Kecamatan Ngluwar melalui Desa Gunungpring. Lalu, kendaran diteruskan ke arah Kali Bawang dan menuju ke Tempel, Sleman. Begitupula dari arah sebaliknya.

Petugas Bina Marga Jateng saat ini menurunkan sebanyak tiga alat berat. Dipastikan karena material sedikit, malam ini material vulkanik bisa selesai dibersihkan dan jalur Magelang-Yogya bisa dilalui kembali terutama oleh pengendara mobil dan truk.

"Insyallah malam ini tidak sampai tengah malam nanti jalan sudah bersih dengan diturunkan alat berat tiga saja. Dua eskavator dan satu loder," kata Budi Sudirman, petugas lapangan Bina Marga Jateng kepada detikcom.

(irw/irw)


Berita Terkait