"Saya pernah ditelepon sama partai lain menanyakan kemungkinan bergabungnya mereka di partai lain itu, saya persilakan. Keluarnya mereka tidak akan berpengaruh pada konstituen PKB kok. Masyarakat memilih PKB, bukan mereka," ujar Marwan, kepada detikcom, Senin (21/3/2011).
Marwan menuturkan, Lily Wahid dan Gus Choi sudah positif dipecat dari PKB. Alasan pemecatannya pun konkret dengan tradisi melanggar aturan partai.
"Partai mana yang mau terus dan tahan dirongrong kadernya sendiri. Kami sebelum memutuskan pemecatan keduanya sudah melakukan berbagai upaya mediasi dan membujuk keduanya untuk sadar, yang tidak ditanggapi sampai SK pemecatan pun terpaksa dikeluarkan," tutur Marwan.
Marwan mengungkap cita-cita Lily Wahid yang gagal tercapai selama di PKB. Lily Wahid pernah terobsesi menjadi cawapres. Namun karena kurangnya dukungan, Lily harus gigit jari.
"Waktu kita rapimnas menentukan ke SBY, dia lobi karena ingin menjadi cawapres SBY. Setelah ditolak oleh ketua-ketua wilayah,dia hubungi Prabowo dan menyatakan keluar dari Gerakan Pro SBY (GPS) dimana dia salah satu pendirinya," beber Marwan.
Selain itu, Marwan menuturkan, Lily Wahid juga menyimpan ambisi menjadi Ketum PKB. Sayangnya, keinginan Lily juga dikandaskan oleh Ketum PKB Muhaimin Iskandar.
"Dia ingin jadi ketum dan menggunakan alasan rekonsiliasi, dia pun berupaya mengundang semua unsur PKB Yenny dan PKNU untuk bersatu. Niatnya untuk mengambil alih. Jadi berbagai langkahnya bukan sekedar sakit tapi sudah gendeng," tandasnya.
(van/ahy)











































