Pernyataan itu disampaikan Menteri Tenaga Kerja dan Trasmigrasi (Menakertrans) Muhaimin Iskandar dalam kunjungan silaturahmi dengan sesepuh NU di Kabupaten Lumajang, Jumat (18/3/2011).
Selain itu, Muhaimin juga mengungkapkan, pihaknya bekerjasama dengan Kementerian Luar Negeri sudah melakukan pemulangan terhadap kloter pertama pekerja dari Jepang ke Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
radio aktif dampak ledakan di PLTN di 2 Kota di Jepang," kata Muhaimin.
"Kami juga telah telah mengirimkan perintah travel warning yang bersifat lokal di Negara Jepang bagi para pekerja maupun Warga Negara Indonesia lainnya yang ada di negara tersebut, agar tidak melakukan perjalanan ke kota-kota yang rawan bencana radio aktif maupun dampak tsunami," bebernya.
Dari koordinasi untuk penyelamatan WNI di Jepang, termasuk juga para TKI yang dipimpin langsung oleh Kementerian Luar Negeri, masih kata Muhaimin Iskandar, telah dipastikan tidak ada TKI di Jepang yang berada di daerah rawan terkontaminasi bencana kebocoran nuklir.
"Seluruh pekerja sudah dihubungi oleh Kedutan Besar Indonesia di sana (Jepang) dan dipastikan telah berada di wilayah aman di luar radius yang telah ditentukan pemerintah setempat," terang Muhaimin.
Sementara, lanjutnya, Kementerian Tenaga Kerja dan Trasmigrasi RI saat ini terus mendorong agar para TKI dan WNI lainnya di Negeri Matahari Terbit itu, untuk didata dan dideteksi dari kemungkinan terpapar radioaktif dan diselamatkan.
"Tujuannya, agar perpindahannya mengikuti prosedur yang ditetapkan Pemerintah Jepang dari daerah-daerah rawan bisa cepat dilakukan. Selain itu, proses pemulangan juga akan tetap kami lakukan, seperti halnya rombongan pertama sudah datang. Kendati, kami berharap agar tidak hanya yang dipulangkan," bebernya.
Muhaimin juga mengungkapkan, saat ini di Jepang terdapat 10 ribu TKI yang bekerja di berbagai perusahaan. "8 ribu diantaranya, adalah TKI magang di perusahaan-perusahaan setempat. Dan, seluruh TKI Magang sejauh ini tetap memilih bertahan di Jepang karena sudah dikover asuransi. Dan Alhamdulillah juga, sampai hari ini semua TKI kita di Jepang tidak ada masalah dengan keselamatannya. Tidak ada yang terpapar radio aktif," urainya.
Dari proses pemulangannya sendiri, sambung Muhaimin, tidak dilakukan pemeriksaan berupa deteksi radioaktif terhadap para TKI di Bandara Indonesia. "Karena, pemeriksaannya sudah dilakukan di Jepang," tutup Muhaimin.
(rdf/rdf)











































