Tim Wiranto Tuding Ada Konspirasi Isu Pamswakarsa
Selasa, 01 Jun 2004 12:49 WIB
Jakarta - Pengerahan pengamanan swakarsa (Pamswakarsa) pada kerusuhan 1998 disebut atas perintah Wiranto. Dananya pun masih utang. Tapi tim Wiranto menuding ada konspirasi di balik munculnya isu Pamswakarsa."Ada motif character assassination. Ada konspirasi dengan kekuatan politik lain, menurut saya. Saya kira Anda bisa paham belakangan ini semakin jelas."Demikian tukas Direktur Strategis Tim Sukses Wiranto, Letjen Purnawirawan Suaidi Marasabessy dalam jumpa pers di Menara Imperium, Kuningan, Jakarta, Selasa (1/6/2004)."Kami sudah mengantongi 2 nama yang berada di balik konspirasi ini. Mereka bolak-balik ke Timtim untuk mempengaruhi hati dan pikiran masyarakat atau tokoh politik di Timtim," tukasnya.Namun Suaidi menolak untuk memberi tahu nama kedua orang yang dimaksud. "Saya mohon maaf. Saya tidak bisa mengungkapkan itu," kilahnya.Akan Gugat KivlanMantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis TNI AD (Kostrad) Mayjen Purnawirawan Kivlan Zein mengatakan, Wiranto bertanggung jawab atas sejumlah peristiwa yang terjadi di tahun 1998, mulai dari penculikan aktivis, peristiwa Mei, dan Pamswakarsa. Khusus untuk pengerahan Pamswakarsa, Kivlan menerima perintah langsung dari Wiranto yang saat itu menjabat Panglima ABRI.Pengerahan Pamswakarsa itu, menurut Kivlan, menghabiskan biaya sebesar Rp 7-8 miliar. Tapi baru dibayar Rp 1,25 miliar pada 11 November 1998 oleh Jimly Asshiddiqie yang saat itu menjabat staf wakil presiden. Hingga kini masih ada utang Rp 5,7 miliar.Atas pernyataan Kivlan, Suaidi membantahnya. "Ketika ada cukup alasan untuk melakukan tuntutan hukum, saya kira kami akan melakukan itu," ujarnya."Apakah benar itu murni soal pertanggungjawaban, atau ada persoalan lain? Pak Kivlan itu tentara yang selalu berpolitik, dan orang berpolitik tidak harus berpartai," tukas Suaidi.
(sss/)











































