Mardigu: 3 Bom Buku Sinyal Teroris Kelompok Lama Bangun Kembali

Mardigu: 3 Bom Buku Sinyal Teroris Kelompok Lama Bangun Kembali

- detikNews
Rabu, 16 Mar 2011 07:58 WIB
Mardigu: 3 Bom Buku Sinyal Teroris Kelompok Lama Bangun Kembali
Jakarta - Ditemukannya tiga paket bom buku dalam sehari di Jakarta merupakan sinyal bahwa kelompok teroris masih ada dan mulai bergerak kembali. Pengeboman tersebut dilakukan dengan desain yang rapi dan tidak dilakukan sembarang orang.

"Teror yang mereka bangun ini hanya kode bahwa mereka sudah mulai bangun, bagaimana rekrutmen mereka sudah siap, kode bahwa mereka masih ada," kata pengamat terorisme, Mardigu WP, kepada detikcom,Β  Rabu (16/3/2011) pagi.

Menurut Mardigu, pengirim tiga paket bom ini adalah kelompok lama yang telah menjalankan aksi di Indonesia. Ini ia lihat dari jenis bom yang dikirim pelaku.
Β 
"Tetap kelompok lama, keterampilan membuat bom kecil seperti itu tidak mudah, mesti tidak mudah goyang. Menaruhnya juga terlihat lebih profesional. Kelihatan well-design, lebih tepat dan lebih organize," terang Mardigu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mardigu menilai, teror yang berlangsung di Indonesia bukanlah teror yang dilakukan secara insidental.

"Teror di Indonesia itu dibuat oleh organisasi atau individu yang memiliki pengetahuan luas dan agenda jangka panjang. Bukan peristiwa yang tiba-tiba terjadi atau insidental," kata Mardigu.

Selasa (15/3/2011) ditemukan tiga paket buku berisi bom di Jakarta. Bom pertama ditujukan kepada Ulil Abshar Abdalla. Bom in sempat meledak di Utan Kayu dan melukai 5 orang. Bom kedua ditujukan kepada Kalakhar BNN Gories Mere, bom ini berhasil diamankan Tim Gegana. Sementara bom ketiga ditujukan kepada Japto S Soerjosoemarno, bom ini berhasil dijinakkan tim Gegana Mabes Polri.

(adi/nrl)


Berita Terkait