Cari Pelaku Teror Bom, Polisi Harus Sweeping Koordinat Tertentu

Cari Pelaku Teror Bom, Polisi Harus Sweeping Koordinat Tertentu

- detikNews
Rabu, 16 Mar 2011 07:39 WIB
Cari Pelaku Teror Bom, Polisi Harus Sweeping Koordinat Tertentu
Jakarta - Anggota DPR mengutuk keras aksi teror paket bom buku yang menggegerkan Ibukota. Polisi harus menyisir tempat-tempat tertentu untuk mempersempit ruang gerak pelaku.

"Kita meminta aparat hukum segera mengusut kasus ini. Karena ini adalah teror yang ada di masyarakat," ujar Wakil Ketua Komisi III DPR Aziz Syamsuddin kepada detikcom, Rabu (16/3/2011).

Menurut politikus Golkar ini, untuk mengungkap kasus tersebut polisi harus mempersempit ruang gerak pelaku. Sweeping dinilai bisa menjadi salah satu cara untuk menangkap pelaku teror bom yang meledak di kompleks Komunitas Utan Kayu.

"Salah satu cara yang bisa dilakukan dengan melakukan sweeping terhadap koordinat-koordinat yang memiliki hubungan langsung maupun tidak langsung. Dengan demikian ruang gerak pelaku akan lebih sempit," sarannya.

Selain itu, wakil ketua komisi yang membidangi hukum dan keamanan ini juga meminta polisi bertindak cepat. "Jenis bomnya kan bisa diidentifikasi, dari sana penelusuran tentu akan lebih mudah," ujarnya.

Tiga paket bom yang disisipkan dalam buku meneror dalam waktu yang hampir bersamaan kepada target berbeda. Pihak kepolisian masih mengkaji kaitan tiga tempat ini mengapa diserang dalam waktu yang bersamaan.

Paket bom pertama dikirim kepada Ulil Abhsar Abdala ke kantor JIL di kompleks Utan Kayu, Jl Utan Kayu, Jakarta Timur. Bom ini kemudian meledak setelah berusaha dijinakan oleh Kasat Reskrim Polres Jakarta Timur (Jaktim) Kompol Dodi Rahmawan. Namun bom yang telah disiram air tersebut kemudian meledak dan melukai tangan kiri Dodi.

Bom kedua ditemukan di kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur. Paket buku yang serupa dengan yang dikirim ke Utan Kayu tersebut ditujukan untuk Kalakhar BNN Gories Mere. Bom tersebut terendus oleh petugas BNN lalu didisposal (diledakkan) oleh Gegana.

Bom ketiga dikirim ke rumah Ketua Pemuda Pancasila Yapto S Suryosumarno. Bom ketiga inilah satu-satunya bom yang tidak meledak, Gegana lalu membawa bom tersebut.

(her/nrl)


Berita Terkait