Kapolda Metro: Tangan Kiri Kompol Dodi Mesti Diamputasi

Kapolda Metro: Tangan Kiri Kompol Dodi Mesti Diamputasi

- detikNews
Rabu, 16 Mar 2011 00:50 WIB
Kapolda Metro: Tangan Kiri Kompol Dodi Mesti Diamputasi
Jakarta - Kasatreskrim Polres Jakarta Timur, Kompol Dodi Rahmawan, yang menjadi korban ledakan bom di kompleks komunitas Utan Kayu, terpaksa harus diamputasi tangan kirinya. Dokter RSCM tidak bisa menyelamatkan pergelangan tangan kiri Dodi yang hancur akibat terkena bom.

"Dia sudah sadar. Tangan yang kiri tidak bisa diselamatkan, mesti diamputasi," ujar Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Sutarman usai membesuk korban ledakan di RSCM, Jl Diponegoro, Jakarta Pusat, Selasa (15/03/11) malam.

Sutarman menjelaskan bagian yang mesti diamputasi adalah bagian telapak tangan mulai dari pergelangan. Bagian inilah yang mengalami luka paling parah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dari telapak tangannya mulai dari pergelangan," terang Sutarman.

Ia berharap proses penyembuhan tersebut tidak membutuhkan waktu lama dan berharap agar Kompol Dodi segera pulih. "Mudah-mudahan dalam waktu singkat sudah bisa pulih," kata Sutarman berharap.

Korban lainnya, Mulyana, Satpam dari kantor KBR 68H saat ini juga masih menjalani perawatan. Berbeda dengan Dodi, Mulyana hanya mengalami luka ringan.

"Satpam luka ringan tapi masih dirawat di RSCM," terang Sutarman.

Dodi Rahmawan dan Mulyana adalah korban ledakan bom di Utan Kayu. Mereka menjadi korban ledakan ketika tengah membuka paket yang berisi bom. Kepolisian Daerah Metro Jakarta Raya menyatakan Kepolisian Resort Jakarta Timur telah melanggar Standar Operasional Prosedur (SOP) dengan membuka paket bom di Kantor Jaringan Islam Liberal (JIL) tersebut. Seharusnya petugas Polres Jaktim menunggu hingga tim Gegana datang.

(adi/her)


Berita Terkait