"Saya benar-benar berharap ini bukan teror politik dan jangan dipolitisasi," ujar Anas menjawab spekulasi motif serangan bom yang ditujukan kepada Ulil.
Di dalam pembicaraan telepon dengan detikcom Selasa (15/3/2011) sore, Anas mengecam terulangnya aksi teror bom. Dia menilai apa pun alasannya, kekerasan dan teror bom bertentangan dengan kemanusiaan dan tidak dapat diterima akal sehat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Atas nama dan dalih apa pun, teror dan kekerasan bertentangan dengan kemanusiaan. Mari kita semua saling berkirim rasa damai, semangat kasih dan saling menghargai dalam toleransi, perbedaan pandangan harus ditanggapi secara dewasa," ujar Anas.
Teror bom terjadi pukul 16.05 WIB di Kantor Radio 68H di Jl Utan Kayu, Jakarta Timur. Bom datang dalam bentuk paket buku berjudul 'Mereka Harus Dibunuh karena Dosa-dosa Mereka terhadap Islam dan Kaum Muslimin' yang ditujukan kepada Ulil Abshar, tokoh Jaringan Islam Liberal (JIL).
Kasat Reskrim Polres Jaktim, Kompol Dodi Rahmawan, yang berusaha menjinakkan paket mencurigakan tersebut mengalami naas, telapak tangan kirinya putus. Empat orang lainnya juga luka-luka.
"Aparat keamanan perlu segera menyelidiki apa motifnya, agar tidak menjadi teka-teki," desak Anas.
(lh/nrl)











































