RI Siap Bantu Pendanaan Tanggap Darurat Tsunami Jepang

RI Siap Bantu Pendanaan Tanggap Darurat Tsunami Jepang

- detikNews
Selasa, 15 Mar 2011 15:45 WIB
RI Siap Bantu Pendanaan Tanggap Darurat Tsunami Jepang
Jakarta - Pemerintah RI berkomitmen menyampaikan bantuan berupa bentuk uang tunai untuk keperluan tanggap darurat bencana tsunami di Jepang. Sedangkan bantuan dalam bentuk logistik akan disampaikan kalangan pengusaha yang selama ini punya hubungan bisnis dengan Jepang.

Demikian hasil pertemuan antara Presiden SBY dengan Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Jepang (PPIJ) Kamar Dagang dan Industri (Kadin)  Rachmat Gobel dan Asosiasi Pengusaha Indonesia-Jepang (APIJ). Pertemuan berlangsung di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa (15/3/2011).

"Kita akan membantu dalam bentuk dana tanggap darurat, sama seperti bantuan kita ke negara lain yang mengalami bencana alam. Untuk nilainya belum dipastikan sebab masih dibicarakan lebih lanjut," kata Jubir Kepresidenan, Julian Aldrin Pasha.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam pertemuan, Menlu Marty Natalegawa memaparkan hasil komunikasi dengan Dubes Jepang untuk RI mengenai kebutuhan mendesak para pengungsi korban tsunami. Selain uang tunai juga dibutuhkan berupa selimut, air bersih dan tenda untuk tempat penampungan sementara.

Bantuan dalam bentuk logistik tersebut akan disampaikan kalangan pengusaha Indonesia. "Memang logistik seperti itu juga diproduksi di Jepang. Tapi ini kebutuhannya dalam jumlah sangat besar dan mendadak, tidak mungkin bisa dipenuhi dari dalam negeri sana. Maka tadi dari swasta berkomitmen untuk membantu," jelas Julian.

Lebih lanjut dikatakannya, bantuan dari Pemerintah RI kepada Jepang akan berlanjut hingga masa rekonstruksi dan rehabilitasi pasca bencana. Bantuan akan disalurkan secara bertahap dan bisa berupa keperluan bangunan seperti sekolah atau fasilitas umum lainnya.

"Bentuknya disesuaikan dengan kemampuan kita yang juga terbatas. Kita sangat ingin membantu, sebab Jepang sangat aktif membantu saat kita menghadapi gempa di Yogya, tsunami di Aceh dan lainnya," sambung Julian.

(lh/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini