Sebuah perusahaan analisis risiko dari Amerika Serikat (AS) AIR Worldwide menghitung, total kerugian berkisar antara USD 14,5 miliar hingga USD 34,6 miliar. Hal tersebut diperkirakan dari jumlah properti yang rusak dan perlu ditanggung oleh asuransi.
"Proses pencarian dan upaya penyelamatan masih dilakukan. Penghitungan kerusakan memang baru dimulai, jadi berbagai kemungkinan masih bisa dijadikan parameter," tulis perusahaan tersebut dalam pernyataannya seperti dilansir AFP, Minggu (13/3/2011.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(mad/mad)











































