Komplotan Perampok Spesialis Toko Material Dibekuk

Komplotan Perampok Spesialis Toko Material Dibekuk

- detikNews
Senin, 07 Mar 2011 23:24 WIB
Jakarta - Aparat Kepolisian Bekasi Kota membekuk komplotan perampok spesialis toko material. Dalam aksinya, para pelaku tidak segan-segan menganiaya korbannya.

"Pelaku yang baru ditangkap empat orang. Kasusnya masih dikembangkan," kata Kapolres Bekasi Kota Kombes Imam Sugianto kepada detikcom, Senin (7/3/2011).

Keempat pelaku yang ditangkap masing-masing berinisial K, I, A dan H. Keempatnya ditangkap di kawasan Pondok Gede, Bekasi pada Senin siang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari para tersangka, polisi menyita alat kejahatan berupa 2 unit motor merk Honda Tiger dan Jupiter MX, sebuah linggis, 2 buah obeng, 1 buah tang, 1 buah kikir, 4 lembar karung tas. Polisi juga menyita 4 unit mesin pompa air merk Simitzu hasil kejahatan dan sebuah korek api berbentuk senpi FN.

"Sekarang lagi pengembangan untuk mencari pelaku lainnya," katanya.

Terkait adanya alat kejahatan berupa linggis, Imam mengatakan, pihaknya tengah mendalami kemungkinan pelaku juga melakukan pembobolan brankas di kantor-kantor yang baru-baru ini terjadi.

"Ini masih kita dalami ke arah situ," katanya.

Sementara itu, Kepala Satuan Reskrim Polres Bekasi Kota Kompol Ade Ary Syam mengatakan, para pelaku sedikitnya telah melakukan 8 kali pembobolan toko material di wilayah Bekasi Kota, Bogor dan Jakarta.

"Sejauh ini sudah ada 3 laporan masyarakat yang kita terima terkait tindak pidana yang dilakukan tersangka," kata Ade.

Ade mengatakan, modus operandi yang dilakukan komplotan ini adalah dengan cara mencongkel rolling door di toko-toko tersebut dengan menggunakan linggis. Komplotan ini beraksi saat toko tidak dijaga pemiliknya.

"Mereka beraksi mulai malam hari hingga dini hari," ujar Ade.

Setelah terbuka, pelaku kemudian mengambil mesin pompa air, kabel-kabel atau barang lain yang berada di dalam toko material tersebut. Barang hasil jarahan itu kemudian dimasukkan ke dalam karung yang sudah dipersiapkan.

"Setelah itu, mereka lalu melarikan diri menggunakan motor," kata Ade lagi.

Ade mengatakan, kawanan perampok ini tidak segan-segan mengancam korban yang melakukan perlawanan. Dengan menodongkan korek api gas berbentuk senjata api jenis FN, pelaku membuat korban ketakutan.

"Senjata itu pernah digunakan di Cengkareng untuk menodong dan menakut-nakuti korban dan berhasil," katanya.

Terkait senjata api mainan itu, Ade mengaku kesulitan untuk membedakannya dengan yang asli. Karena senpi mainan itu dibuat sedemikian rupa sehingga mirip dengan aslinya.

Meski demikian, kata dia, maysarakat harus membenahi sistem keamanan di tempat-tempat aset miliknya. "Dengan cara ​Siskamling, pasang teralis, gembok double dan lain-lain," katanya.

Jika diperlukan, masyarakat juga disarankan untuk menambah kamera CCTV (Circuit Closed Television) juga alarm. "Kalau diperlukan, pasang saja agar lebih aman," katanya.

Sementara itu, menghadapi semakin bervariasinya modus kejahatan dan sasarannya, Polres Bekasi Kota terus meningkatkan patroli kewilayahan. Namun, jumlah personel yang tidak sebanding dengan jumlah penduduk, membuat kepolisian mengajak masyarakta untuk sadar keamanan.

"Masyarakat harus sadar bahwa pencegahan kejahatan harus dilakukan bersama-sama," pungkas Ade.

(mei/her)


Berita Terkait