"Kekuatan PKS terletak pada soliditas kader, citra sebagai partai yang bersih dan profesional serta mewakili arus baru parpol Islam. Melepaskan PKS tentu akan mempengaruhi migrasi dukungan pemilih muslim terhadap SBY," kata analis Charta Politika Indonesia, Arya Fernandes kepada detikcom, Jumat (4/3/2011).
Sementara itu menurut Arya, kekuatan Golkar terletak pada infrastruktur, jaringan partai yang kuat, kualitas kader atau elit yang teruji dan kekuatan elektoral. Cukup sulit bagi SBY untuk harus mengikhlaskan Golkar keluar dari koalisi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Arya, ketidaktegasan SBY untuk segera merealisasikan keinginan Demokrat segera mendepak Golkar adalah bentuk kegamangan politik. Sikap SBY yang menyindir dan mengancam Golkar dan PKS adalah bentuk re-negosiasi politik.
"SBY belum 100 persen bisa mengikhlaskan Golkar dan PKS. Sementara, kegamangan SBY, bersumber dari belum yakinnya SBY, apakah Megawati akan menerima pinangan koalisi," kata Arya.
Arya menambahkan kegamangan politik SBY juga dipengaruhi oleh ketidakyakinan SBY apakah publik akan merespons positif bila SBY menggaet PDIP dan Gerindra.
(mpr/mok)











































