Hal itu disampaikan juru bicara Kementerian Pertahanan Belanda, Otte Beeksma seperti dilansir kantor berita Reuters, Kamis (3/3/2011).
Ketiga marinir Belanda itu ditangkap pada Minggu, 27 Februari lalu oleh sekelompok pria bersenjata. Mereka diserang kelompok bersenjata tersebut ketika mencoba mengevakuasi dua warga sipil Eropa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan kedua warga sipil asal Eropa yang akan dievakuasi tersebut diserahkan oleh pasukan pro-Khadafi ke kedutaan Belanda di Tripoli, ibukota Libya. Keduanya saat ini telah meninggalkan Libya.
Situasi di Libya saat ini masih memanas. Bentrokan antara pasukan pro-Khadafi dan warga antipemerintah terus terjadi di sejumlah lokasi. Sejauh ini, menurut organisasi HAM Libya, sudah 6 ribu orang tewas selama aksi demonstrasi yang dimulai sejak 2 pekan lalu.
Hingga kini Khadafi bersikeras menolak mundur. Amerika Serikat dan negara-negara sekutu kabarnya tengah mempertimbangkan untuk melakukan intervensi militer di Libya guna menggulingkan rezim Khadafi. Dua kapal perang AS dan 1 kapal perang Kanada telah dikerahkan untuk mendekati wilayah Libya.
(ita/nrl)











































