500 Brigadir Dididik, Diharapkan Jadi Polisi yang Jujur

500 Brigadir Dididik, Diharapkan Jadi Polisi yang Jujur

- detikNews
Rabu, 02 Mar 2011 11:59 WIB
Sukabumi - 500 Brigadir Polisi mulai menjalani Pendidikan Pembentukan Brigadir Polmas di Sekolah Polisi Negara (SPN) Lido, Sukabumi, Jawa Barat. Kapolda Metro Jaya Irjen Sutarman berharap tunas-tunas polisi itu menjadi anggota yang jujur.

"Dari 400.000 personel Polri, 92 persen diantaranya adalah brigadir yang bersentuhan secara langsung dengan masyarakat. Satu orang menyimpang dapat berdampak luas ke institusi yang berimbas ketidakpercayaan masyarakat," kata Sutarman saat membuka acara di lokasi, Rabu (2/3/2011).

Sutarman mengatakan, Brigadir Polmas merupakan posisi yang strategis untuk membentuk brigadir Polri yang bisa melayani negara dan bisa dengan baik menjalankan fungsi Polri. Brigadir Polmas adalah ujung tombak Polri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Brigadir Polmas adalah pelayanan ujung tombak dari institusi Polri yang harus mampu menganalisa dan mengevaluasi ganguan-gangguan," kata Sutarman.

Ia mewanti-wanti agar para Brigadir Polmas itu tidak melakukan tindakan-tindakan penyimpangan. Karena menurutnya, penyimpangan yang dilakukan anggota Polri akan memberikan citra buruk bagi instistusi.

"Sebab dengan itu kita tidak lagi dipercaya. Dan saya berharap dari 500 brigadir polmas yang baru ini, anggota tidak boleh lagi melakukan hal tersebut," tegas Kapolda.

Ia menuturkan, pendidikan Brigadir Polmas akan membentuk pribadi Polri yang jujur dan amanah. Tindakan penyimpangan, tidak terlepas dari didikan-didikan yang diterima Brigadir Polmas selama menjalani masa pendidikan.

"Kita harus bisa klaim personel-personel Polri di lapangan yang baik. Tapi kalau ada pelanggaran di lapangan, itu juga harus introspeksi diri semua juga karena pendidikan di sini," katanya.

Selain itu pada pendidikan kali ini Polri juga berusaha merubah kultur di lembaga-lembaga pendidikan, untuk mencetak anggota yang mampu menjaga citra institusi di masyarakat.

"Perubahan kultur adalah tugas yang paling berat. Karena ini harus dicetak anggota Polri yang tidak melakukan tindakan menyimpang sekecil apa pun. Sebab kalau satu anggota menyimpang seluruh institusi Polri yang menanggung," tegasnya.

(mei/rdf)


Berita Terkait