Hal itu disampaikan Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton kepada wartawan di Washington. Ditekankan Hillary, pemerintah AS terus berhubungan dengan oposisi Libya.
"Saya pikir terlalu dini untuk mengetahui kemana ini akan mengarah. Tapi kami akan siap dan bersiap menawarkan setiap bantuan yang diharapkan siapa saja dari AS," ujar Hillary.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami ingin dia pergi," tandas istri mantan Presiden A Bill Clinton tersebut.
Sebelumnya Presiden Barack Obama juga telah menyerukan Khadafi untuk mundur sekarang. Namun sejauh ini tidak ada tanda-tanda Khadafi akan meletakkan jabatannya. Pemimpin eksentrik itu bahkan mengklaim bahwa rakyat Libya mendukung dirinya karenanya dia akan terus memimpin negeri Afrika Utara itu.
Khadafi mendapat kecaman dari dunia internasional menyusul kekerasan yang dilakukan pasukan terhadap para demonstran antipemerintah. Lebih dari seribu orang diyakini telah tewas akibat kekerasan tersebut. Badan PBB untuk urusan pengungsi, UNHCR menyatakan, hampir 100 ribu orang telah meninggalkan Libya akibat krisis ini.
(ita/nrl)











































