"Saya masih tunggu kabar jam 4 (16.00 WIB) ini, apakah mereka berhasil diterbangkan atau tidak," kata Karen.
Karen yang mengenakan baju bermotif merah dan hitam mengatakan itu usai memperbaiki kelengkapan dokumen LHKPN di Gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (25/2/2011). Hingga saat Karen belum tahu apakah karyawannya itu sudah keluar dari Libya atau tidak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi memang saat ini ada usaha untuk menerbangkan semua masyarakat Indonesia ke Tunisia," tandasnya.
Berbagai upaya terus dikerahkan untuk bisa mengeluarkan ketiga pria itu dari negeri pimpinan Muammar Khadafi, mulai pesawat jet hingga kapal. Jet pribadi berkapasitas 13 orang itu disewa Pertamina untuk menerbangkan pekerjanya dari Tripoli menuju Athena, Yunani. Lokasi proyek Pertamina ada di sebelah timur Tripoli. Ada yang proyek off shore dan on shore.
Di Libya, tinggal 870 WNI. Mereka terdiri dari mahasiswa, pekerja tambang dan TKI. Pekerja Wijaya Karya dan Medco juga berada di negara tersebut. Situasi di Libya memanas sejak demonstran meminta Khadafi yang telah berkuasa selama 41 tahun untuk turun tahta. Namun permintaan itu justru ditanggapi represif oleh pria yang setia dengan pangkat kolonelnya ini. Tak kurang dari 300 orang tewas dalam peristiwa itu.
(mok/ndr)











































