Aksi Dukung Gus Dur Meluas
Kamis, 20 Mei 2004 17:19 WIB
Semarang - Aksi mendukung langkah Gus Dur untuk menjadi capres terus berlanjut. Tak hanya Semarang, beberapa kota melakukan aksi demonstrasi dan mogok makan. Mereka menuntut pencabutan SK KPU No. 26 Tahun 2004 yang mereka nilai diskriminatif itu.Keterangan adanya aksi beberapa kota disampaikan Koordinator Gerakan Muda NU Anti Diskriminasi (Germani) M. Arief Ruba'i di Kantor KPUD Jateng, Jl. Veteran Semarang, Kamis (20/05/2004) sore. Arief berada di Kantor KPUD Jateng untuk menemani 9 peserta mogok makan yang saat ini memasuki hari ke-3."Berdasarkan komunikasi dengan gerakan muda NU yang lain, hari ini aktivis muda NU Solo melakukan aksi long march dari Sriwedari menuju Gladak. Hal yang sama juga dilakukan aktivis NU Jepara dan Banyumas. Kemudian, 20 aktivis NU Wonosobo melakukan aksi mogok makan," kata Arief.Sebagai bukti, kata Arief, tiga kota yang melakukan aksi tersebut telah mengirimkan pernyataan sikapnya via faksimili. Dalam faksimili tersebut aktivis muda NU yang menuntut pencabutan SK KPU No. 26 Tahun 2004. Mereka berjanji akan mengembalikan kartu pemilih jika SK tersebut tak dicabut.Berdasarkan siaran pers tersebut, lanjut Arief, ratusan aktivis muda NU menamakan diri sebagai Kader Muda NU (KMNU). Sedangkan, aktivis muda NU Wonosobo menyebut diri sebagai Gerakan Anti Diskriminasi (Gandi). Sebanyak 20 orang yang mogok makan di Wonosobo terdiri dari aktivis LSM, guru, aktivis Katolik, dan calon anggota DPRD setempat.Menurut Arief, aksi mereka akan terus berlanjut sampai tuntutannya terpenuhi. "Paling tidak sampai 22 Mei mendatang. Kami akan terus perjuangkan nasib demokrasi negeri ini. Tak boleh ada diskriminasi di antara warga negara," tukasnya.KritisMenurut dokter yang memeriksa keadaan 9 para peserta mogok makan di Kantor KPUD Jateng, satu di antara peserta mogok makan dalam kondisi cukup kritis. Karena itu dokter yang melakukan checking tiap hari kepada para peserta mogok makan menyarankan ia mundur.Peserta yang dalam kondisi agak kritis tersebut adalah M. Syukron. Ketika detikcom bertandang di tenda keprihatinannya, ia tampak lemas. Meski kadang masih tersenyum, tapi mimik mukanya sudah tak seperti tiga hari lalu, saat pertama kali ia mulai mogok makan.Dia mengatakan akan meneruskan aksinya. "Sampai aku sudah nggak kuat lagi. Sekarang aku masih merasa cukup kuat, meski siang tadi dokter menyatakan lambungku bisa kena kalau meneruskan mogok makan," kata Syukron.Dukungan terhadap aksi mogok makan mereka diperkirakan akan terus berlanjut. Arief menegaskan bahwa nanti malam dan besok pagi Kantor KPUD Jateng akan kembali didatangi aktivis muda NU dari beberapa daerah seperti Salatiga, Demak, dan Kendal. "Besok pagi, kami akan kepung KPUD secara serentak," demikian Arief.
(nrl/)











































