PKB Lengkapi 6 Persyaratan Gus Dur-Marwah ke KPU

PKB Lengkapi 6 Persyaratan Gus Dur-Marwah ke KPU

- detikNews
Kamis, 20 Mei 2004 11:45 WIB
Jakarta - PKB akan melengkapi kekurangan persyaratan capres-cawapresnya ke KPU, Kamis (20/5/2004) pukul 13.00 WIB. Ada 6 syarat yang akan dilengkapi.Demikian disampaikan Ketua Lembaga Pemenangan Pemilu DPP PKB Khofifah Indar Parawansa pada wartawan sebelum menghadiri Kongres Indonesia Raya di Auditorium RRI, Jl.Medan Merdeka Barat, Jakpus."Kami akan diterima KPU pukul 13.00 WIB untuk melengkapi 6 persyaratan yang oleh KPU dianggap belum lengkap. Nanti saya rasa Mbak Marwah juga akan datang," kata KhofifahDari 6 pasang capres yang terdaftar di KPU saat ini, hanya pasangan SBY-Kalla yang telah lengkap.Jumat besok adalah hari terakhir bagi parpol untuk memperbaiki/melengkapi persyaratan capres-cawapresnya. Pada 22 Mei, KPU akan menetapkan capres-cawapres definitif yang berlaga di Pilpres 5 Juli.Ditanya tentang nama Marwah Daud Ibrahim yang masuk dalam tim kampanye Wiranto, Khofifah menyatakan, dia telah melakukan klarifikasi."Ternyata (tim kampanye dibentuk saat) belum ada komitmen antara Mbak Marwah dan Gus Dur. Jadi tidak ada maksud dari Mbak Marwah, karena sebelumnya dia juga keluarga besar Golkar dan bagian dari tim sukses itu. Ternyata di tengah jalan DPP PKB menghendaki Mbak Marwah dan Golkar juga mengizinkan untuk bergabung bersama Gus Dur," urainya.Kalau Gus Dur tidak lolos maju pilpres apa PKB lari mendukung Wiranto? "Belum pernah ada kesepakatan, baik dari DPP PKB atau Tim 9. Itu belum pernah dibahas," tegas mantan menteri era Gus Dur ini.Khofifah mengakui, saat ini sudah muncul black campaign terhdap salah satu figur capres. "Lalu kita lihat ternyata ada capres-capres yang mungkin tidak pede jika harus berkompetisi dengann Gus Dur. Maka kemudian ada upaya untuk menjegal Gus Dur melalui SK KPU No 26 lalu dibikin detail lagi lewat SK No 31 dan 37," paparnya.Dalam pilpres, menurut Khofifah, keadilan belum dapat tercapai dengan baik. "Sekarang ini bagaimana demokrasi yang adil itu bisa ditegakkan, karena fairness itu belum terbangun dengan baik," keluhnya. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads