RI Prihatin dan Sayangkan Kekerasan di Libya

RI Prihatin dan Sayangkan Kekerasan di Libya

- detikNews
Kamis, 24 Feb 2011 09:19 WIB
RI Prihatin dan Sayangkan Kekerasan di Libya
Jakarta - Indonesia prihatin dan menyayangkan kekerasan yang terjadi di Libya. Indonesia berharap segera ditemukan solusi yang tepat, arif dan tidak memakan korban.

"Kita harapkan bersama ada suatu penyelesaian dan dicarikan solusi yang tepat, bijak, arif dan tidak sampai memakan korban," ujar Juru Bicara Presiden untuk dalam negeri Julian Adrin Pasha di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta, Kamis (24/2/2011).

"Pemerintah prihatin dengan perkembangan yang begitu dramatis di Libya. Sangat disayangkan memang. Kita harapkan solusinya yang bisa memberikan keamanan bagi setiap warga negara yang ada di Libya, dan tentunya bukan hanya warga negara Libya," jelas Julian.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hingga saat ini pemerintah Indonesia belum mengevakuasi warga negaranya di Libya. Hal ini karena Libya cukup tertutup, tidak seterbuka Mesir dulu.

Pemerintaah Muamar Khadafi melansir data korban tewas akibat kerusuhan yang terjadi sejak pekan lalu. Jumlah korban tewas sebanyak 300 orang, rinciannya 189 warga sipil dan 111 tentara.

Khadafi berpidato penuh kemarahan Selasa malam yang berisi penolakan untuk lengser dan akan terus berjuang hingga darah penghabisan. Pidato ini diduga akan menambah rusuh negeri kaya minyak itu.


(lia/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads