"Saya pernah mencoba bagaimana dari hulunya pas hujan turun lalu saya mengejar untuk ke hilir yang di Jumoyo itu sekitar 25 menit-30 menit datang memang sangat besar sekali, sangat mengerikan," kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) Syamsul Maarif.
Hal itu dikatakan dia usai rapat usai rapat persiapan rencana induk rekonstruksi pasca erupsi Gunung Merapi dan bencana lahar dingin di Kantor Wakil Presiden, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (23/2/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang turun, kan, masih sedikit. Kitaย masih akan deg-degan terus, ya, kalau hujan turun deras," lanjut Syamsul.
Syamsul berterimakasih kepada warga masyarakat yang membantu BNPB dalam menghadapi bencana lahar dingin. Secara mandiri, masyarakat membentuk satgas yang bertugas memberikan early warning bila banjir mengancam.
Dikatakan dia, upaya warga Merapi itu menunjukkan ketangguhan dan ketahanan mereka dalam menghadapi alam. Hingga saat ini, Syamsul bersyukur tidak banyak timbul korban jiwa akibat banjir lahar dingin tersebut.
"Kita berterimakasih, sebab dari sekian ribu KK tidak jatuh banyak korban. Tapi bahwa ancaman tetap memberi pelajaran pada kita. Walau ada ancaman, tapi kalau masyarakat living in harmony with disaster itu ternyata bisa menyelamatkan," tutupnya.
(irw/nwk)











































