SBY Tersandera Ical, Takkan Berani Reshuffle Golkar

SBY Tersandera Ical, Takkan Berani Reshuffle Golkar

- detikNews
Rabu, 23 Feb 2011 16:17 WIB
Jakarta - Sikap Golkar dalam hak angket mafia pajak secara terbuka berseberangan dengan Partai Demokrat. Tapi akankah Presiden SBY berani mereshuffle Golkar? Diyakini tidak. Sebab Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical) dahulu dikenal banyak memberikan bantuan pada SBY.

"Harusnya memang direshuffle, tapi SBY tersandera. Jadi sekarang fifty-fifty, kita lihat apakah pemimpin ini berani melakukan reshuffle," kata pengamat politik UI, Iberamsjah, dalam perbincangan dengan detikcom, Rabu (23/2/2011).

Padahal dari sisi etika politik, tindakan Golkar dan PKS sudah menciderai aturan sebagai sesama partai koalisi. Di luar negeri sekalipun, yang namanya koalisi harus saling mendukung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya pikir ada ketakutan dari SBY. Sebenarnya kalau dilihat, lebih banyak untungnya kalau reshuffle dilakukan. SBY bisa konsentrasi untuk partai yang mendukungnya penuh," ujarnya.

Pada hak angket mafia pajak yang digagas di parlemen, jelas terlihat Golkar menjadi motor penggerak dan partai lain (PKS, Hanura) mengikuti. Di sisi lain ada Demokrat dan koalisinya (PPP, PKB plus Gerindra) yang sibuk membendung. Kondisi ini sudah jelas menggambarkan pembangkangan dalam koalisi.

"Dia bagian dari kabinet, tapi tidak loyal pada koalisi. Ingin enaknya saja, saya yakin Presiden tahu ini. Tapi ya itu tadi kalau tidak ada reshuffle Presiden benar tersandera," ujarnya.
(ndr/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads