"Saya yakin enggak ada suap di angket mafia pajak dan itu fitnah. Itu bisa merusak nama baik DPR," kata Bambang di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (23/2/2011).
Bambang yakin, mereka yang mendukung hak angket tidak menerima suap karena tujuan pelaksanaan hak angket diklaimnya sebagai suara hati nurani.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia meminta, mereka yang menghembuskan isu adanya suap agar mempertanggungjawabkannya dengan memberi bukti. "Yang mengungkap harus dibuka, ada faktanya tidak," tutupnya.
Sebelumnya DPP Partai Gerindra mengaku menerima laporan, ada upaya suap terhadap dua anggota Fraksi Gerindra agar mau mengubah suaranya dan berbalik menerima hak angket.
"Saya terima laporan secara lisan. Yang saya tahu ada minimal dua anggota fraksi yang hendak disuap agar berubah suara dalam voting hak angket itu," ujar Wakil Ketua Umum DPP Gerindra Fadli Zon.
Menurut Fadli, dirinya baru mengetahui hal ini setelah paripurna selesai. Dia enggan menyebutkan fraksi mana yang hendak menyuap 2 anggota Gerindra itu. Namun yang jelas, jumlah uang yang ditawarkan cukup besar.
Dalam voting hak angket semalam, kubu pro dan anti hak angket hanya beda 2 suara dengan kemenangan pada kubu anti. Gerindra tampil solid dan bergabung dengan PD, PKB dan PPP, menolak hak angket mafia pajak.
(ndr/fay)










































