"Saya baru dapat informasi, 17 WNI yang tadi sempat hilang kontak sudah bisa dibubungi dan mereka semua selamat," kata Sekretaris II Pensosbud KBRI Wellington Murdi Primbani saat berbincang dengan detikcom, Rabu (23/2/2011) pukul 14.45 WIB.
Namun KBRI Wellington masih terus memantau apakah ada WNI yang menjadi korban luka atau tewas. Termasuk memantau data sementara 75 korban tewas yang dirilis pemerintah. "Kita akan pantau 75 korban yang sudah dinyatakan tewas," kata Murdi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka belum selesai mendata para korban, besok kita akan hubungi lagi," kata Murdi.
Jumlah WNI di Christchurch ada 300 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 17 orang sempat tak bisa dihubungi.
Gempa berkekuatan 6,3 skala richter (SR) melanda Selandia Baru pada Selasa (22/2/2011) sekitar tengah hari waktu setempat. Gempa ini merupakan gempa terbesar dalam lima bulan terakhir.
Meski kekuatan lebih rendah dibanding sebelumnya, gempa kali ini membuat kota terbesar kedua di Selandia Baru, Christchurch, porak-poranda. Walikota Christchurch Bob Parker bahkan menyebut kotanya bak zona perang.
(ken/nrl)











































